Home / Berita / Sertifikasi Guru

Sunday, 27 September 2015 - 21:05 WIB

Tunjangan Profesi Guru akan Dihapus

Tunjangan Profesi Guru akan Dihapus– Pemerintah berencana akan menghapus tunjangan profesi guru (TPG) atau yang lebih populer tunjangan sertifikasi guru. Dengan penghapusan tunjangan sertifikasi guru (TPG) itu, ke depan guru hanya akan menerima tunjangan kinerja setelah melalui pengujian.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, dasar penghapusan TPG karena tidak semua guru berkinerja bagus meskipun telah mendapat tunjangan itu. Kemendikbud pun menggariskan bahwa insentif kepada guru akan diberikan sesuai dengan kompetensi dan kinerja.

”Ini artinya TPG harus disesuaikan. Pemerintah ingin secepatnya insentif berbasis kompetensi dan kinerja itu( direalisasi),” katanya di Jakarta kemarin. Pranata menerangkan, penghapusan TPG sah dilakukan mengingat dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) disebutkan bahwa besaran gaji PNS tergantung pada kinerja. ”Ke depan, tunjangan harus disesuaikan dengan tiga komponen uji yang akan dilakukan Kemendikbud, yakni penilaian kinerja guru (PKG), uji kompetensi guru (UKG), dan prestasi siswa,” ujarnya.

Baca Juga  Ini dia 234 kampus yang dinonaktifkan, berikut daftar lengkapnya

Pranata melanjutkan, reformasi tunjangan guru akan dimulai tahun ini dengan penerapan UKG pada 19 November- 27 November. Selain itu akan dilaksanakan pula penilaian kinerja guru untuk memastikan kualitas dan transparansi evaluasi kinerja mereka. Dua hal itu akan menjadi menu pada pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). ”Jadi rapor guru nantinya harus terdiri atas PKG, UKG, dan prestasi belajar. Adanya PKB ini merupakan terobosan baru pelatihan guru,” ujarnya.

Guru besar FakultasI lmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Hafid Abbas menilai sertifikasi guru melalui portofolio dan pelatihan 90 jam tak lebih dari formalitas belaka. Guru tidak dilatih, melainkan hanya diberi sertifikat secara cuma-cuma. Hafid mendukung revisi sertifikasi guru karena tidak memberi dampak perbaikan atas mutu pendidikan nasional.

Baca Juga  Inilah 10 Tuntutan Aksi Gabungan Guru Honorer

Padahal penyelenggaraannya telah menguras 2/3 dari total anggaran pendidikan yang mencapai 20% APBN. ”Pada 2010 biaya sertifikasi mencapai Rp110 triliun. Namun Bank Dunia memublikasi guru yang sudah sertifikasi dan yang belum ternyata menunjukkan prestasi yang relatif sama,” tuturnya.

Hafid menegaskan, ada tiga implikasi dari program sertifikasi yang mesti dibenahi. Pertama, Kemendikbud harus menghilangkan pola formalitas penyelenggaraan program sertifikasi guru. Kedua, kaitkan sertifikasi dengan pembenahan mekanisme pengadaan dan perekrutan calon guru di perguruan tinggi. Ketiga, sertifikasi guru harus diselenggarakan berbasis kelas.

Selama ini mereka yang mengikuti pelatihan tidak dirancang untuk mengamati kompetensinya mengajar di kelas. ”Akibatnya sertifikasi guru tidak berdampak pada peningkatan mutu,” urainya.

Share :

Baca Juga

Berita

Gaji ke-13 PNS dan Pensiunan akan Segera Cair

Sertifikasi Guru

Cara Cetak Kartu Peserta Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015

Berita

Cara mendapatkan Kartu Indonesia Pintar

Sertifikasi Guru

Mulai 2016, Guru Harus Biayai Sendiri Program Sertifikasinya

Berita

Kinerja PNS, Gaji PNS Rajin Beda dengan yang Malas

Berita

6.296 Guru Garis Depan jadi CPNS, Honorer K2 Kecewa Berat

Berita

Tentukan Besaran Tunjangan Profesi, Penilaian Kinerja Guru Diperketat

Berita

Pembelajaran PAUD Harus Interaktif dan Inspiratif