Home / Berita

Thursday, 8 October 2015 - 23:00 WIB

Status Non Aktif, Perguruan tinggi tidak dapat layanan ini

RUMAH BELAJAR – Walaupun Status non aktif kepada perguruan tinggi tidak menyebabkan proses pembelajaran terhenti. Tetapi, perguruan tinggi tersebut tidak mendapat layanan. Adapun Layanan yang tidak di dapat oleh perguruan non aktif tersebut yaitu tidak dilayani pengusulan akreditasi ke BAN PT, pengajuan penambahan prodi, sertifikasi dosen, dan penghentian pemberian hibah dihentikan serta beasiswa.

Menurut Dirjen Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Patdono Suwignjo pada konferensi pers di Gedung D Kantor Kemenristekdikti, beliau mengatakan ” Tidak ada yang namanya nonaktif tersebut menghentikan proses perkuliahan yang sudah berjalan.

Patdono mengatakan, salah satu alasan penonaktifkan perguruan tinggi yaitu terdapat  karena terjadi konflik. Contohnya ialah yayasan dan rektorat pecah, di mana ada satu yayasan/rektorat yang diakui, sementara yang lainnya tidak.

Baca Juga  Pembelajaran PAUD Harus Interaktif dan Inspiratif

“Kalau dua-duanya rekrut mahasiswa dan wisuda muncul pertanyaan siapa yang akan tandatangan ijazah. Ijazah oleh rektor yang tidak sah, tidak diakui. Makanya perguruan tinggi dalam keadaan konflik dinonaktifkan,” ungkap Patdono.

Selain dinonaktifkan, perguruan tinggi yang terlibat konflik tidak boleh menerima mahasiswa baru dan tak diizinkan melaksanakan wisuda.  Sedangkan Proses pembelajaran dari mahasiswa yang sudah ada boleh, sampai konflik selesai,” ujar Dirjen Kelembagaan IPTEK dan DIKTI Patdono Suwignjo

Share :

Baca Juga

Berita

Mau Kuliah gratis di Jerman ?

Berita

Semoga Tahun 2018 Tunjangan Sertifikasi Guru SMK tak Molor Lagi

Berita

Gaji Ke-13 PNS, POLRI, TNI, Pensiunan dipastikan Cair pada Agustus 2020

Berita

Menang di PTUN, Retno tak Otomatis jadi Kepala Sekolah lagi

Berita

Pencairan Tunjangan Profesi Guru Triwulan Pertama April 2015

Berita

Pemerintah Pastikan Gaji ke-14 Dibayar Juni, Gaji ke-13 Juli

Berita

Tahun 2016, Pendaftaran Ujian Nasional Melalui Dapodik

Berita

KPAI: Film G30S/PKI tak Layak Ditonton Anak