Home / Berita

Thursday, 14 April 2016 - 01:33 WIB

Inilah Perbandingan Persentase Dana Pendidikan di 34 Provinsi

RUMAH BELAJAR Dari 34 provinsi di seluruh Indonesia, sampai saat inibelum ada yang menempatkan 20 persen anggaran pendidikannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) walaupun dalam amanat UU Sisdiknas anggaran pendidikan sebesar 20 %.

Baca Juga: Mendikbud Anies Baswedan: Program Sertifikasi Guru Tetap Dibiayai Pemerintah

Menurut Data Kemendikbud persentase anggaran pendidikan tertinggi adalahPropinsi  DKI Jakarta sebesar 18,17 % dan propinsi terendah adalah Papua dengan 0,84 %.

Berikut persentase dana pendidikan yang masuk APBD :

 

No Propinsi Persentase
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

DKI Jakarta

Aceh

Kalsel

Kepri

DIY

Jambi

Bengkulu

Maluku

Gorontalo

Lampung

Riau

Malut

Sulbar

Kalteng

Sulteng

Bali

Banten

Sultra

Kaltim

Sumbar

Sumsel

Sulut

Kalbar

Sumut

Kaltara

Sulsel

Babel

Jatim

Jateng

Jabar

NTB

NTT

Papua Barat

Papua

18,17 persen

8,9 persen

8,33 persen

8,18 persen

8,13 persen

7,7 persen

7,15 persen

7 Persen

9. 6,73 persen

6,71 persen

6,09 persen

5,71 persen

4,65 persen

4,64 persen

4,35 persen

4,01 persen

3,69 persen

3,5 persen

3,43 persen

3,39 persen

3,29 persen

3,2 persen

3,06 persen

2,5 persen

2,56 persen

2,4 persen

1,94 persen

1,82 persen

1,8 persen

1,69 persen

1,57 persen

1,56 persen

1,31 persen

0,84 persen

 

 

Baca Juga  Mulai Januari 2016, Pemerintah Ubah Sistem Pangkat dan Gaji

Share :

Baca Juga

Berita

Inilah Prosedur Ujian Nasional di Lapas

Berita

Unduh SK Ujian Nasional Online Tahun 2015

Berita

UKG Ulang Dinilai Pemborosan

Berita

6.296 Guru Garis Depan jadi CPNS, Honorer K2 Kecewa Berat

Berita

Syarat memperoleh Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)

Berita

Peraih Nilai UN Tertinggi Bakal Kantongi Rp 20 Juta

Berita

Unduh Juknis BOS 2015 Permendikbud No. 161 Tahun 2014

Berita

Pencairan Tunjangan Profesi Guru Jangan Lewat 16 April