Home / Berita

Wednesday, 26 August 2015 - 07:16 WIB

Inilah Inovasi untuk Meningkatkan Kinerja Guru

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penganggulangan Kemiskinan (TNP2K) melakukan ujicoba program Kinerja dan Akuntabilitas Guru (KIAT Guru). Program ini dilakukan dalam rangka membangun perangkat kebijakan untuk mengaitkan pembayaran tunjangan guru dengan kinerja guru serta melibatkan masyarakat dalam peningkatkan layanan pendidikan.

Dalam ujicoba yang dilakukan, ada tiga kabupaten yang diajak bekerja sama, yaitu Kabupaten Kaimana, Ketapang, dan Keerom. Pendekatan yang dilakukan oleh KIAT Guru adalah memperbaiki mekanisme dan transparansi pembayaran tunjangan guru di tiga kabupaten tersebut, dan dikaitkan dengan keberadaan dan kualitas pelayanannya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, kinerja guru perlu sejalan dengan kompetensi guru, sertifikasi guru, dan penghargaan yang diberikan kepada guru. Untuk mendorong kinerja guru, pemerintah menetapkan bahwa penilaian kinerja dan kompetensi guru harus menjadi syarat pemberian tunjangan profesi. “Diperlukan mekanisme pengawasan dan penilaian yang handal dan akurat, sehingga penilaian tersebut adil dan bermartabat,” kata Mendikbud pada Rapat Kerja Nasional Peningkatan Kinerja Guru, di Kantor Kemendikbud, Selasa (25/08/2015).

Baca Juga  KPAI: Film G30S/PKI tak Layak Ditonton Anak

Seperti diketahui, guru yang bertugas di daerah terpencil diberi tunjangan khusus di luar gaji pokok dan tunjangan profesi. Dalam satu bulan, guru bersertifikat di daerah khusus bisa memperoleh pendapatan hingga tiga kali gaji pokok. Namun demikian, pendapatan yang besar tersebut seringkali tidak dibarengi dengan kinerja yang baik serta peningkatan layanan pendidikan.

Melalui KIAT Guru, ada tiga instrumen penilaian yang digunakan untuk mengukur kinerja layanan guru. Instrumen pertama adalah menggunakan aplikasi berbasis Android yang dapat digunakan untuk mendata kehadiran guru dan murid secara akurat. Kedua, instrumen untuk mendiagnosa dengan cepat kemampuan dasar para peserta didik dalam literasi dan numerasi dasar peserta didik. Hasil pemetaan kemampuan dasar murid secara sederhana memungkinkan masyarakat untuk mengetahui sejauh mana capaian murid-murid di desa mereka dibandingkan dengan standar capaian Kurikulum 2006.

Baca Juga  Ujicoba UN berbasis internet

Dan ketiga, instrumen yang memungkinkan masyarakat untuk menilai kinerja layanan guru berdasarkan 5-8 indikator, yang secara sederhana menuntut peningkatan kompetensi guru dalam hal profesionalitas, pedagogik, sosial, dan kepribadian guru. Instrumen tersebut dituangkan dalam Formulir Penilaian Layanan yang diisi dan dilengkapi setiap bulan oleh Komite Pengguna Layanan yang terdiri dari perwakilan orang tua siswa, tokoh agama dan masyarakat, dan anggota masyarakat lainnya.

Ketiga instrumen tersebut digunakan sebagai perangkat kebijakan untuk mengaitkan pembayaran tunjangan dengan kinerja layanan guru dan untuk meningkatkan akuntabilitas guru kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan amanat Undang Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang untuk MeningkatkaAparatur Sipil Negara, yang telah diadaptasikan untuk bidang pendidikan. Rencananya, ujicoba akan mulai dilakukan pada pertengahan tahun 2016 (sumber : Kemdikbud )

Share :

Baca Juga

Berita

Dorong dan Motivasi agar Mahasiswa Cerdas Berwirausaha

Berita

Lomba Penulisan Artikel dan Features Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2015

Berita

Ujicoba UN berbasis internet

Berita

Biaya Sertifikasi guru Rp. 14 Juta, ditanggung guru masing-masing

Berita

Tunjangan Profesi Guru akan segera dicairkan

Berita

Peraih Nilai UN Tertinggi Bakal Kantongi Rp 20 Juta

Berita

Ini Kata Sri Mulyana Soal Pembayaran Gaji 13 dan 14 PNS/ASN

Berita

Tentukan Besaran Tunjangan Profesi, Penilaian Kinerja Guru Diperketat