Home / Berita

Friday, 21 August 2015 - 23:33 WIB

Anies Ingatkan Pentingnya Pendidikan Kesehatan sejak Usia Dini

JAKARTA–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menekankan pentingnya pendidikan kesehatan dan nutrisi sebagai investasi besar di masa depan.

Ia mengatakan, usaha untuk memperbaiki persoalan nutrisi dan kebersihan tidak bisa dipandang sekadar program pemerintah, melainkan sebuah gerakan. Karena itu penting melibatkan guru di sekolah dan orang tua di rumah dalam hal kesadaran kesehatan melalui Gerakan Pembiasaan Hidup Sehat sejak usia dini.

“Persoalan nutrisi tidak bisa di-handle ketika anak-anak di sekolah saja. Tapi harus dimulai saat anak masih berada di dalam kandungan. Karena itu penting sekali bagi orang tua untuk memahami pentingnya nutrisi dan efeknya pada pertumbuhan seorang anak,” ujar Menteri Anies di Jakarta, Kamis (20/8).

Baca Juga  Menteri Yuddy: Tahun Ini, Pemerintah Masih Buka Lowongan CPNS

Dikatakannya, pendidikan kesehatan untuk publik bisa dilakukan melalui institusi pendidikan seperti sekolah. Saat seorang anak memiliki gizi yang baik, maka pertumbuhan fisik serta kecerdasannya akan lebih baik pula. Hal ini akan berdampak hingga jangka panjang dalam kondisi masyarakat di masa depan.

“Kita harus membayangkan proyeksi masa depan karena kita mengirimkan anak-anak ke sekolah untuk menjadi masyarakat mandiri yang bisa mendorong kemajuan, yang bermakna. Tapi jika ada persoalan gizi justru dia bisa jadi beban bagi masyarakatnya,” tutur Mendikbud.

Kebiasaan hidup sehat sejak anak berusia dini adalah fase di mana anak membentuk kebiasaan positif, seperti terbiasa hidup bersih, makan teratur, atau menggunakan alat-alat dan barang-barang dengan tertib.

Baca Juga  Beda Sertifikasi Guru Dulu dan Sekarang

Kebiasaan hidup sehat sejak dini itu menghasilkan keuntungan paling besar karena di masa depan seseorang tidak mudah sakit sehingga mengurangi beban masyarakat dari segi perawatan kesehatan.

“Saya harap kebiasaan hidup sehat dan asupan nutrisi yang baik dapat memunculkan budaya sehat di sekolah dan budaya sehat di rumah. Jadikan ini sebagai aktivitas rutin, karena tanpa rutinitas tidak bisa jadi kebiasaan, dan tidak bisa jadi kebudayaan. Budaya itu dihasilkan lewat kebiasaan,” tuturnya (Sumber : JPNN)

Share :

Baca Juga

Berita

Guru Kepung Istana 15-16 September

Berita

Pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2015

Berita

Inilah resiko yang ditanggung PNS apabila abaikan pendataan E-PUPNS 2015

Berita

Daftar dan Ikuti !! Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan 2015

Berita

Seleksi Terbuka Calon Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

Berita

Pemerintah Dianggap Cueki Nasib Calon Peserta UN di Wilayah Asap

Berita

Tim Paduan Suara Asal Indonesia Sabet Dua Penghargaan Internasional

Berita

Kabar Gembira bagi peminat Kursi CPNS