Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di Gunadarma Dibully Sejak Awal Kuliah

KUMPARAN – Jagat dunia maya baru-baru ini kembali digegerkan dengan video bully seorang mahasiswa kampus Gunadarma jurusan Sistem Informatika. Dalam video tersebut, pelaku yang diketahui bernama Arvin dan Julio melakukan tindakan bully dengan menarik-narik tas dari korban yang bernama Farhan.
Farhan yang terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informatika angkatan 2016 diketahui kerap menjadi sasaran bully oleh rekan sejawatnya.
Hal tersebut diamini Perez, salah seorang teman satu jurusan Farhan. Menurut Perez, Farhan memang dikenal sebagai pribadi yang kurang pintar dalam bergaul. Bahkan tak jarang Farhan terlihat sibuk sendiri, karena menurutnya Farhan memang dikenal sebagai anak yang berkebutuhan khusus.
“Dia memang begitu, jadi kalau jalan ya jalan sendiri, suka berbicara sendiri. Dia juga jarang bergaul dengan teman seangkatan,” ujar Perez kepada kumparan (kumparan.com) di Kampus Gunadarma, Depok, Senin (17/7).
Perez pun mengungkapkan tindakan bully ini bukan kali pertama diarahkan terhadap Farhan. Perez menuturkan sebelumnya selama 2 semester mereka berkuliah di Gunadarma, Farhan kerap menerima tindakan bully dari rekannya.
“Ini sih bukan yang pertama. Dia sering menerima bully tersebut. Kali ini jadi viral mungkin karena ada yang memasukkan video tersebut dalam Instagram storynya saja,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi mengenai siapa saja yang terlibat dalam video bully tersebut, Perez hanya mengenal satu orang di antaranya yang bernama Husein. Dia adalah salah seorang mahasiswa di dalam video yang berdiri tepat di depan Farhan. Dalam video tersebut, Husein mencoba melerai dan mengajak Farhan untuk pergi dan mencoba untuk melawan tindakan bully tersebut.
“Temen saya si Husein dalam video itu coba bilang ke Farhan buat melawan tindakan bully tersebut. Tapi ya karena dia ada dalam video tersebut dia pun dianggap sebagai salah seorang yang terlibat,” tuturnya.
Sebagai teman satu angkatan yang paham dengan kondisi Farhan, Perez pun turut menyayangkan tindakan yang sudah dilakukan rekannya terhadap Farhan. “Ya kasihan saja sudah begitu anaknya terus di-bully juga,” ujar Perez.
Dia pun berharap hal ini menjadi hal terakhir yang terjadi di kampusnya terutama di jurusannya.
“Ya semoga ini yang terakhir di kampus dan jurusan saya,” kata Perez.
Sumber : kumparan.com

Incoming search terms:

  • download soal soal ukg guru produktif teknik kendaraan ringan 2015
  • sk kawasan tanpa rokok di sekolah